<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>http://www.purwakarta.org</title>
	<link>http://www.purwakarta.org</link>
	<description>Media Informasi dan Komunikasi Muda-mudi Purwakarta</description>
	<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 19:48:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/10/12/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/10/12/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 19:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/10/12/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Selamat hari raya idul Adha Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin jika ada kesalahan baik secara langsung atau tidak langsung, atau sengaja maupun yang tidak sengaja. Semoga kita selalu diberi rahmat dan hidayah oleh Allah SWT. Amiin..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a TITLE="idul-fitri.gif" HREF="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/10/idul-fitri.gif"><img ALT="idul-fitri.gif" SRC="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/10/idul-fitri.thumbnail.gif" /></a></p>
<p>Selamat hari raya idul Adha Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin jika ada kesalahan baik secara langsung atau tidak langsung, atau sengaja maupun yang tidak sengaja. Semoga kita selalu diberi rahmat dan hidayah oleh Allah SWT. Amiin..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/10/12/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Berpuasa di Bulan Rajab</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/18/keistimewaan-berpuasa-di-bulan-rajab/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/18/keistimewaan-berpuasa-di-bulan-rajab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 16:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/18/keistimewaan-berpuasa-di-bulan-rajab/</guid>
		<description><![CDATA[ 
<a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.jpg" title="bulan.jpg"><img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.thumbnail.jpg" alt="bulan.jpg" /></a><a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.jpg" title="bulan.jpg"></a> 

Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab  itu.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,  "Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:

* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas,
   maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH  SWT;

* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1428/Isra Mi'raj
   (Sabtu, 11  Agustus 2007) akan mendapat pahala seperti 5 tahun
   berpuasa;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.jpg" title="bulan.jpg"><img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.thumbnail.jpg" alt="bulan.jpg" /></a><a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/bulan.jpg" title="bulan.jpg"></a> </p>
<p>Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab  itu.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,  &#8220;Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:</p>
<p>* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas,<br />
   maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH  SWT;</p>
<p>* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1428/Isra Mi&#8217;raj<br />
   (Sabtu, 11  Agustus 2007) akan mendapat pahala seperti 5 tahun<br />
   berpuasa;</p>
<p>* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat<br />
  kemuliaan di sisi ALLAH SWT;</p>
<p>* Barang siapa yang  berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3<br />
   Rajab, 16,17,18 Jully 2007) maka ALLAH akan memberikan pahala<br />
   seperti  900 tahun berpuasa  dan menyelamatkannya dari bahaya<br />
   dunia, dan siksa akhirat;</p>
<p>* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah<br />
   permintaannya akan dikabulkan;</p>
<p>* Barang siapa berpuasa  tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan<br />
   tujuh pintu neraka  Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari<br />
   maka akan dibukakan  delapan pintu syurga;</p>
<p>* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam  bulan ini, maka ALLAH<br />
   akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu  dan menggantikan<br />
   kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang  siapa yang<br />
   menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan<br />
   pahalanya.&#8221;</p>
<blockquote><p>
Sabda Rasulullah SAW lagi :<br />
<em>&#8220;Pada malam Mi&#8217;raj,  saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis<br />
 dari madu, lebih  sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi,<br />
 lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: &#8220;Wahai Jibril untuk siapakan sungai<br />
 ini ?&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Maka berkata Jibrilb a.s.:<br />
&#8220;Ya Muhammad sungai ini adalah untuk  orang yang membaca salawat<br />
 untuk engkau dibulan Rajab  ini&#8221;.</p>
<blockquote><p>Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :<br />
<em>&#8220;Ketika kami  berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur,<br />
 lalu Rasulullah  berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih,<br />
 kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya<br />
 kepada beliau: &#8220;Ya  Rasulullah mengapakah engkau menangis?&#8221; Lalu<br />
 beliau bersabda  :&#8221;Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam<br />
 kubur nya, dan saya  berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan<br />
 siksa   atas  mereka&#8221;.</em></p></blockquote>
<p>Sabda beliau lagi: &#8220;Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya  mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di  bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam  kubur.&#8221;</p>
<p>Tsauban bertanya: &#8220;Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa  satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat  mengelakkan dari siksa kubur?&#8221;</p>
<p>Sabda beliau: &#8220;Wahai Tsauban, demi  ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim  lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat  malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali  ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan  sholat malam satu tahun.&#8221;</p>
<p>Sabda beliau lagi: &#8220;Sesungguhnya Rajab  adalah bulan ALLAH, Sya&#8217;ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan  adalah bulan umatku&#8221;. &#8220;Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar  pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang  yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya&#8217;ban dan bulan  Ramadhan.</p>
<p>Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan  merasa lapar dan haus bagi mereka.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/18/keistimewaan-berpuasa-di-bulan-rajab/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memupuk Sikap Tangguh</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/memupuk-sikap-tangguh/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/memupuk-sikap-tangguh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 22:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/memupuk-sikap-tangguh/</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/tangguh.jpg" title="tangguh.jpg"><img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/tangguh.thumbnail.jpg" alt="tangguh.jpg" /></a> 

Kita akan salut kepada seorang ibu yang mati-matian mengurus anaknya di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit. Kita akan salut kepada pasukan yang berani mati di medan perang, walau musuh yang dihadapi jumlahnya jauh lebih banyak. Kita akan salut kepada seorang pemimpin yang jujur, sederhana dan berjuang siang malam demi kebaikan orang-orang yang dipimpinnya. Intinya, kita akan salut kepada mereka yang memiliki ketangguhan dalam hidup.

Pertanyaannya, apakah kita termasuk manusia tangguh atau rapuh? Di balik manusia tangguh, biasanya ada banyak manusia rapuh. Dihadapkan pada masalah sepele saja mereka goyah. Lihatlah, ada yang hanya putus cinta, ia bunuh diri. Atau hanya karena tidak disapa tetangga, ia panas dingin dan sakit hati. Maka, mulai sekarang kita harus memiliki keberanian untuk mengevaluasi diri. Apakah kita itu bermental tangguh atau sebaliknya? Kalau sudah mengenal diri, kita harus memiliki program untuk membangun ketangguhan diri.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/tangguh.jpg" title="tangguh.jpg"><img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/tangguh.thumbnail.jpg" alt="tangguh.jpg" /></a></p>
<p>Kita akan salut kepada seorang ibu yang mati-matian mengurus anaknya di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit. Kita akan salut kepada pasukan yang berani mati di medan perang, walau musuh yang dihadapi jumlahnya jauh lebih banyak. Kita akan salut kepada seorang pemimpin yang jujur, sederhana dan berjuang siang malam demi kebaikan orang-orang yang dipimpinnya. Intinya, kita akan salut kepada mereka yang memiliki ketangguhan dalam hidup.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah kita termasuk manusia tangguh atau rapuh? Di balik manusia tangguh, biasanya ada banyak manusia rapuh. Dihadapkan pada masalah sepele saja mereka goyah. Lihatlah, ada yang hanya putus cinta, ia bunuh diri. Atau hanya karena tidak disapa tetangga, ia panas dingin dan sakit hati. Maka, mulai sekarang kita harus memiliki keberanian untuk mengevaluasi diri. Apakah kita itu bermental tangguh atau sebaliknya? Kalau sudah mengenal diri, kita harus memiliki program untuk membangun ketangguhan diri.</p>
<p>Saya pernah melihat kontes ketahanan fisik di televisi, yaitu untuk memilih manusia <em>“terkuat”</em> di dunia dari segi fisik. Mereka harus berlari puluhan kilometer, berenang, mengayuh sepeda, mengarungi kubangan lumpur, dan lainnya. Dalam lomba tersebut, terlihat ada orang yang semangatnya kuat, tapi fisiknya lemah. Ada yang semangatnya lemah, tapi fisiknya kuat. Ada yang fisik dan semangatnya lemah. Tapi ada pula yang semangat dan fisiknya sama-sama kuat. Mereka inilah yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Ternyata, ketangguhan akan terlihat saat seseorang mengarungi medan ujian. Semakin berat medan ujian, semakin terlihat pula ketangguhannya.</p>
<p>Hidup hakikatnya adalah medan kesulitan sekaligus medan ujian. Separuh hidup kita adalah medan ujian yang berat. Yang akan keluar sebagai pemenang hanyalah mereka yang tangguh, yang mampu melewati setiap kesulitan dengan baik. Dalam Al-Quran, Allah berjanji akan membahagiakan orang-orang sabar dan tangguh mengarungi hidup. <em>Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali (QS Al Baqarah [2]: 155-156)</em>.</p>
<p><strong>Ciri manusia tangguh</strong><br />
Ketangguhan hakiki tidak dilihat dari fisiknya (walau ini penting), tapi dilihat dari keimanannya. Manusia paling tangguh adalah manusia yang paling takwa dan kuat imannya. Boleh jadi tubuh kita lemah, rapuh, bahkan lumpuh, tapi kalau ia memiliki ketangguhan iman, maka kelemahan fisik akan tertutupi.</p>
<p>Orang yang kuat iman, salah satu cirinya adalah tangguh menghadapi cobaan hidup. Kesulitan apapun yang menderanya, tidak sedikit pun ia berpaling dari Allah, malah semakin dekat. Ada lima prinsip yang senantiasa dipegangnya.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, sadar bahwa kesulitan adalah episode yang harus dijalani. Sehingga ia akan menghadapinya sepenuh hati; tidak ada kamus mundur atau menghindar.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, yakin bahwa setiap kesulitan sudah tepat ukurannya bagi setiap orang.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, yakin bahwa ada banyak hikmah di balik kesulitan.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> yakin bahwa setiap ujian pasti ada ujungnya.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, yakin bahwa setiap kesulitan yang disikapi dengan cara terbaik akan mengangkat derajatnya di hadapan Allah. Ada sesuatu yang besar di balik kesulitan yang menghadang. Semakin berat ujian, semakin luar biasa pula ganjaran yang akan diterima.</p>
<p>Sesulit apapun keadaan kita, pilihan terbaik hanya satu: <strong><em>“Kita harus menjadi manusia tangguh”</em></strong>. Jangan putus asa atau menyerah. Bergeraklah terus karena segala sesuatu ada ujungnya. Kesulitan tidak mungkin akan terus mendera kita. Bukankah di balik setiap kesulitan ada dua kemudahan?.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/memupuk-sikap-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahapan Yakin</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/tahapan-yakin/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/tahapan-yakin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 21:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/tahapan-yakin/</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/chyhati.thumbnail.jpg" alt="chyhati.jpg" /> 

Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah." (Ibnu Atha'illah).

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hambad yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/chyhati.jpg" title="chyhati.jpg"><img src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/07/chyhati.thumbnail.jpg" alt="chyhati.jpg" /></a><br />
Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.&#8221; (Ibnu Atha&#8217;illah)</p>
<p>Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.</p>
<p>Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.</p>
<p>Setidaknya ada tiga tahap yang harus kita tempuh usaha meningkatkan kualitas keyakinan. Pertama, <em>&#8216;ilmul yaqin</em>. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, di Mekah ada Kabah. Kita percaya karena teorinya bicara seperti itu.</p>
<p>Di sinilah pentingnya belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin luas pengetahuan kita tentang sesuatu, khususnya tentang Dzat Allah Azza wa Jalla, seakan kita memiliki bekal untuk berjalan mendekat kepada-Nya.</p>
<p>Kedua, <em>&#8216;ainul yaqin</em>, Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu memang ada di Mekah karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, akan lebih kuat dibandingkan keyakinan karena ilmu.</p>
<p>Ketiga adalah <em>haqqul yaqin</em>. Orang yang telah <em>haqqul yakin</em> akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, keyakinan akan jauh lebih mendalam. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya. Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses dan tahapan-tahapan, mulai dari <em>&#8216;ilmul yaqin, &#8216;ainul yaqin</em>, hingga <em>haqqul yakin</em>.</p>
<p>Saudaraku, sesungguhnya semua yang ada adalah milik Allah. Sungguh rugi orang-orang yang hatinya bergantung kepada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sungguh sayang jika kita mengatakan bahwa Allah Mahakaya, namun kita takut tidak mendapatkan rezeki. Kita tahu bahwa Allah Maha Menentukan segala sesuatu, Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun kita sering risau tidak mendapatkan pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat <em>&#8216;ainul yaqin </em> dan belum sampai ke tingkat <em>haqqul yaqin</em>.</p>
<p>Mengapa ada orang yang keluar (murtad) dari Islam? Sebabnya, keyakinan yang dimilikinya baru sebatas &#8216;ilmul yaqin; sebatas tahu bahwa Islam itu baik, namun ia belum merasakan bagaimana indahnya Islam. Saudaraku, keyakinan yang hanya sebatas ilmu belum cukup membuat kita istikamah. Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari.</p>
<p>Cahaya keyakinan yang tersimpan di dalam hati ternyata datang dari khazanah kegaiban Allah Azza wa Jalla. Alam semesta ini terang benderang karena cahaya dari benda-benda langit yang diciptakan-Nya. Sedangkan cahaya yang menerangi hati manusia berasal dari cahaya Ilahi.</p>
<p>Ibnu Atha&#8217;illah mengungkapkan, &#8220;Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus selalu kita jaga. Bagaimana agar hati kita terbuka? Berusahalah untuk meneliti dan mengenali aneka hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati hanya akan berfungsi jika ia bersih dari noda dosa dan maksiat. Hati yang kotor sangat sulit menangkap sinyal-sinyal Ilahi. Mirip kaca. Ia tidak bisa memantulkan cahaya, tidak bisa merefleksikan sebuah objek jika penuh karatan. Syaratnya, ia harus bersih. Hati akan bersih jika kita merawatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/07/14/tahapan-yakin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Takut Miskin di Akhirat</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/takut-miskin-di-akhirat/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/takut-miskin-di-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2007 09:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/takut-miskin-di-akhirat/</guid>
		<description><![CDATA[<img title="mtr.jpg" mce_real_src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/mtr.jpg" id="image248" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/mtr.jpg" alt="mtr.jpg" align="left"/>Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.<div align="justify">
</div><p align="justify">''Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,'' keluh si pemuda.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img border="0" align="left" title="mtr.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/mtr.jpg" alt="mtr.jpg" />Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,&#8221; keluh si pemuda.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!&#8221; Jawab sang kiai.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?&#8221;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.&#8221;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah&#8230;&#8221; jawab pemuda itu dengan kesal.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu,&#8221; timpal kiai dengan ringan.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumah. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Anda siapa?&#8221; tanya pemuda.<br />&#8221;Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.&#8221;<br />&#8221;Ohh&#8230; lalu ini istana siapa?&#8221;<br />&#8221;Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia.&#8221;<br />&#8221;Ohh&#8230; dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?&#8221;<br />&#8221;Betul!&#8221;<br />&#8221;Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?&#8221;<br />&#8221;Betul sekali.&#8221;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.<br />&#8216;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8216;Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,&#8221; kata pemuda penuh keriangan.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.&#8221;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak Kiai?&#8221;<br />&#8221;Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.&#8221;</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">&#8221;Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,&#8221; ujar pemuda itu sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak. [dari guyon orang-orang makrifat, wibi ar].  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/takut-miskin-di-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kembalikan Semua Kepada-Nya</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/kembalikan-semua-kepada-nya/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/kembalikan-semua-kepada-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2007 08:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/kembalikan-semua-kepada-nya/</guid>
		<description><![CDATA[<div align="justify"><img title="ikhlas.jpg" mce_real_src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2006/06/ikhlas.thumbnail.jpg" id="image213" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2006/06/ikhlas.thumbnail.jpg" alt="ikhlas.jpg" align="left"/>Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap. Demikian untaian firman Allah dalam QS Alam Nasyrah [94] ayat 1-8.</div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img border="0" align="left" title="ikhlas.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2006/06/ikhlas.thumbnail.jpg" alt="ikhlas.jpg" />Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap. Demikian untaian firman Allah dalam QS Alam Nasyrah [94] ayat 1-8.
<p>&nbsp;</p>
<p>Surat ini turun ketika Rasulullah SAW tengah menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya. Ketika itu beliau ditinggal wafat istri dan pamannya, serta menghadapi boikot kejam dari kafirin Quraisy. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah SWT menghibur dan melapangkan dada beliau dengan turunnya rangkaian ayat ini.</p>
<p>Saudaraku, orang-orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah Azza wa Jalla adalah orang yang tidak cinta dunia, tapi cinta kepada kehidupan abadi di akhirat kelak. Ia hanya berpikir untuk menyiapkan diri menghadapi kematian, sehingga meraih husnul khatimah. Jadi, saat kita merasa berat dan susah menghadapi hidup, coba tanyakan hati kita, apakah hati didominasi cinta dunia? Di mana fokus hidup serta perhatian hanya tertuju ke sana, sehingga tidak ada tempat (atau hanya sedikit tempat) bagi Allah.</p>
<p>Kata &lt;I&gt;ousry&lt;I&gt; berarti kesulitan yang begitu hebat. Tapi justru kesulitan ini selalu diapit dua kelapangan dan kemudahan. Saya mendapat SMS dari seorang sahabat. Berikut petikkannya, &quot;Kehangatan hanya bisa kunikmati jika aku pernah kedinginan. Cahaya hanya bisa menyinari jika aku pernah berada dalam kegelapan. Bahagia hanya bisa aku syukuri bila aku pernah ada dalam kesulitan. Ya Rabb, terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan untuk mensyukuri semua berkah dan karunia-Mu. Jika Engkau tidak pernah memberiku kedinginan, kegelapan, dan kesedihan, mungkin akan selalu mengabaikan nikmat semua yang Engkau berikan kepada kami. Mungkin kami menjadi manusia yang kufur nikmat. Dan tanpa kami sadari kami berjalan jauh dari-Mu. Terus ingatkan kami ya Allah. Jangan biarkan kenikmatan melalaikan kami dari mengingat-Mu, karena tiada tujuan kami selain untuk bertemu dengan-Mu.&quot;</p>
<p>Saudaraku, saat kita menghadapi kesempitan hidup, lalu mengembalikan semua kepada Allah, insya Allah kemudahan akan segera datang. Hujan tak selamanya turun, ada saatnya berhenti. Badai pun pasti berlalu. Hidup adalah perjuangan. Sedangkan tidak ada perjuangan yang mudah, dan setiap perjuangan pasti butuh pengorbanan.</p>
<p>Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Demikian janji Al Khaliq dalam QS Ath Thalaaq [65] ayat 2-3. Wallaahu &#8216;alam. Aa Gym.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/kembalikan-semua-kepada-nya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft Windows Buatan Cina</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/microsoft-windows-buatan-cina/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/microsoft-windows-buatan-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2007 06:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/microsoft-windows-buatan-cina/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa Screenshot Microsoft Windows Buatan Cina</p>
<p> <img id="image244" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/micr1.thumbnail.jpg" alt="micr1.jpg"/></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Screenshot Microsoft Windows Buatan Cina</p>
<p> <img border="0" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/micr1.thumbnail.jpg" alt="micr1.jpg" /></p>
<p><img border="0" src="http://www.purwakarta.org/flash/micr.jpg" /> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/03/microsoft-windows-buatan-cina/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Pembersih Hati</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/02/ilmu-pembersih-hati/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/02/ilmu-pembersih-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 12:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/02/ilmu-pembersih-hati/</guid>
		<description><![CDATA[<img mce_real_src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/ilmu.thumbnail.jpg" alt="ilmu.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/ilmu.thumbnail.jpg" title="ilmu.jpg" align="left" border="0"/>Ada sebait do'a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do'a tersebut berbunyi : Allaahummanfa'nii bimaa allamtanii wa'allimnii maa yanfa'uni wa zidnii ilman maa yanfa'unii. Dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat. Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img border="0" align="left" title="ilmu.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/03/ilmu.thumbnail.jpg" alt="ilmu.jpg" />Ada sebait do&#8217;a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do&#8217;a tersebut berbunyi : Allaahummanfa&#8217;nii bimaa allamtanii wa&#8217;allimnii maa yanfa&#8217;uni wa zidnii ilman maa yanfa&#8217;unii. Dengan do&#8217;a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat. Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya. </div>
<div align="justify">&nbsp;</div>
<div align="justify">Oleh karena itu, dalam kacamata ma&#8217;rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. &quot;Ilmu yang berguna,&quot; ungkapnya, &quot;ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati.&quot; seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, &quot;Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.&quot; Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, &quot;Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).&quot; (QS. Al Kahfi [18] : 109). Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya &quot;Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.&quot; (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun! Akan tetapi, walaupun hanya &quot;setetes&quot; ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan manfaat darinya.</div>
<div align="justify">
<p>&nbsp;</p>
<p>cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. &quot;Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?&quot; Sang guru menjawab, &quot;Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.&quot; Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya. Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta&#8217;lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati. Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat. Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat. Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi &quot;tawas&quot;-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa manfaat. Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma&#8217;rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat. Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma&#8217;rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.</p>
<p>Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum&#8217;ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah juga, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita? Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya. Ref: Aa Gym.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/03/02/ilmu-pembersih-hati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Basmi Virus Lokal Varian Brontok- Pendekar Blank</title>
		<link>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/02/24/basmi-virus-lokal-varian-brontok-pendekar-blank/</link>
		<comments>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/02/24/basmi-virus-lokal-varian-brontok-pendekar-blank/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2007 03:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwakarta.org/index.php/2007/02/24/basmi-virus-lokal-varian-brontok-pendekar-blank/</guid>
		<description><![CDATA[<img mce_real_src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/02/virii.thumbnail.jpg" alt="virii.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/02/virii.thumbnail.jpg" border="0"/> 
<p>Gejala komputer anda terinfeksi virus Varian Brontok atau Pendekar Blank :</p>
<p>Windows ter'close <br />Komputer tiba-tiba restart<br />Keluar pesan berupa file text(notepad) atau html(iexplorer)</p>
<p>File yang di create virus pendekar blank : </p>
<p>AUT0EXEC.BAT (harusnya autoexec), di c:\<br />M5VBVM60.EXE (harusnya msvbvm) di c:\windows\system32<br />Regedit32.com (harusnya regedit32.exe), di c:\windows\system32<br />Shell32.com. (harusnya ini memang gak ada) di c:\windows\system32<br />dllchache.exe (harusnya gak ada) di c:\windows\system32</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" alt="virii.jpg" src="http://www.purwakarta.org/wp-content/uploads/2007/02/virii.thumbnail.jpg" /> </p>
<p>Gejala komputer anda terinfeksi virus Varian Brontok atau Pendekar Blank :</p>
<p>Windows ter&#8217;close <br />Komputer tiba-tiba restart<br />Keluar pesan berupa file text(notepad) atau html(iexplorer)</p>
<p>File yang di create virus pendekar blank : </p>
<p>AUT0EXEC.BAT (harusnya autoexec), di c:\<br />M5VBVM60.EXE (harusnya msvbvm) di c:\windows\system32<br />Regedit32.com (harusnya regedit32.exe), di c:\windows\system32<br />Shell32.com. (harusnya ini memang gak ada) di c:\windows\system32<br />dllchache.exe (harusnya gak ada) di c:\windows\system32</p>
<p>Selain menutup windows-windows yang sedang kita pakai, menyembunyikan folder, virus pendekar blank juga mengirim pesan di </p>
<p>file </p>
<p>c:\(Read Me)Pendekar Blank.txt</p>
<blockquote><p><font color="#339900"><em>Salam Kenal Buat User yang sedang Aktif di Komputer ini<br />Saya adalah Pendekar Blank 1, Program yang dibuat oleh seseorang yang ingin <br />memberantas kejahatan di muka bumi ini dan saya dikirim ke sini untuk:</em></font></p>
<p><font color="#339900"><em>1. Mencoba memberantas virus-virus lokal yang sudah menyebar di Indonesia<br />2. Mencoba mengamankan komputer ini dari infeksi virus lokal, dan<br />3. Mencoba menghalangi anda untuk berbuat sesuatu yang tidak perlu dilakukan di komputer ini</em></font></p>
<p><font color="#339900"><em>Itulah 3 Misi saya setelah dikirim ke komputer ini</em></font></p>
<p><font color="#339900"><em>Mohon maaf apabila nantinya terdapat kesalahan-kesalahan selama melakukan 3 misi diatas<br />Mudah-mudahan anda adalah orang baik yang mempergunakan komputer pada jalan yang benar</em></font></p>
</blockquote>
<p>Untuk menampilkan folder yang disembunyikan ketik di command prompt: </p>
<p>Misal di drive E :</p>
<blockquote><p><em>attrib -R -H -S E:\*.* /S /D</em></p>
<p><em>(-) melepas atribut<br />(+) terapkan atribut</em></p>
<p><em>R  : read only<br />H  : hidden<br />S  : file sistem<br />/S /D : folder dan seluruh sub folder</em></p>
</blockquote>
<p>Untuk mengalahkan pendekar blank kita gunakan antivirus lokal seperti PCMAV (dari Majalah PC) atau <a target="_self" href="http://www.ansav.com">ansav</a>  (http://www.ansav.com ), keduanya cukup ampuh untuk membasmi virus-virus lokal terbaru. </p>
<p>Untuk mendownload di link purwakarta.org (cuma bantu nyimpen aja).</p>
<p>Download antivirus  <a target="_self" href="http://www.purwakarta.org/flash/atv/ansav32.zip">ansav</a> </p>
<p>Download antivirus <a target="_self" href="http://www.purwakarta.org/flash/atv/PCMAV.zip">pcmav-RC12</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwakarta.org/index.php/2007/02/24/basmi-virus-lokal-varian-brontok-pendekar-blank/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
