Sejak dimulainya proyek ARPAnet sistem internet memiliki nama dan juga alamat IP. Pada sistem UNIX, sebagaimana juga copy dari implementasi BSD, menggunakan file /etc/hosts untuk konversi nama host dan pengalamatan. File ini berisi daftar dari alamat IP dan berhubungan dengan nama host, satu nama per baris.
Jelas tidak mungkin file /etc/hosts digunakan untuk memetakan internet dengan lengkap. Walaupun anda memiliki ruang disk yang besar, sejumlah update akan membebani jaringan anda. Solusinya adalah database terdistribusi, Domain Name System, atau DNS. Implementasi DNS umumnya menggunakan BIND, Berkeley Internet Name Domain. Bind merupakan bagian dari BSD. Daemon yang mengemban resolusi tersebut di sebut named (di ucapkan “name-dee”). DNS memberikan informasi yang diperlukan untuk menghubungkan sistem remote yang berada di Resource Records, atau RRs.
Artikel lengkap dapat di download di sini
Posted in
FreeBSD,
Tutorial at September 7th, 2005.
No Comments.
Abstraksi
ALTQ adalah sebuah paket untuk mengatur trafik, meliputi framework antrian dan beberapa disiplin antrian lanjut seperti CBQ, RED, WFQ dan RIO. ALTQ juga mendukung RSVP dan diffserv. ALTQ dapat juga dikonfigurasi dalam berbagai cara baik untuk penelitian dan juga operasi. Bagaimanapun menggunakan ALTQ memerlukan pengertian teknis untuk meng’setup secara benar.
1. Dasar Antrian
Pada pokoknya, setiap skema pengatur trafik meliputi pengatur antrian.
Sejumlah besar disiplin antrian disarankan untuk mencapai persyaratan seperti
kelayakan, perlindungan, batas performansi, kemudahan implementasi atau
administrasi.
1.1 Komponen Antrian
Gambar 1, mengilustrasikan antrian yang berhubungan dengan blok-blok fungsional pada suatu router. Tiap blok fungsional akan dibutuhkan untuk membangun layanan tertentu namun tidak juga selalu diperlukan untuk layanan lainnya. Kenyataannya, pada kebanyakan router yang digunakan saat ini tidak mnggunakan seluruh blok fungsional.
Artikel lengkap dapat di download di sini
Posted in
FreeBSD,
Tutorial at August 30th, 2005.
No Comments.
Distribusi FreeBSD sebenarnya telah dilengkapi dengan berbagai utilitas dan paket port yang sangat lengkap. Yang anda perlukan koneksi ke internet dan carilah how-to untuk konfigurasi mesin FreeBSD sesuai dengan keperluan anda. Kali ini kita akan sedikit membahas bagaimana membuat mesin FreeBSD menjadi gateway dan router untuk koneksi internet.
Untuk mempermudah pemahaman kita akan bagi dalam beberapa tahapan seperti
berikut ini:
1. Instalasi Kernel
Berbeda dengan Linux, konfigurasi kernel pada FreeBSD tidak begitu rumit
dan sederhana. Saya sendiri menggunakan FreeBSD 5.2.1-RELEASE
(pemberian temen tuh..), dan agar lebih mudah instalasi kita gunakan utility
sysinstall.
Artikel lengkap dapat di download
di sini
Posted in
FreeBSD,
Tutorial at August 23rd, 2005.
Comments Off.
NFS Server telah digunakan secara luas sebagai file server. Pada kali ini kita akan membahas bagaimana mengamankan NFS Server.
Menjamin akses read-only untuk direktori yang di eksport
Untuk menjamin akses read-only ke direktori atau filesystem yang di eksport dari NFS server ke client, kita bisa gunakan akses ro seperti pada contoh berikut :
/apps devpc.nitec.com(ro)
Client devpc.nitec.com hanya memiliki akses read-only ke direktori /apps. Disarankan menggunakan opsi ro bila mengekspor direktori yang menyimpan aplikasi binari.
Artikel lengkap dapat di download di sini
Netcat (nc) adalah utility jaringan yang mengizinkan anda untuk membuat koneksi raw socket ke port, data dapat dikirm atau diterima. Nc merupakan alat debug yang mengesankan dan alat explorasi yang dapat menjadi ‘backend’ yang melayani suatu client atau server dengan menggunakan protokol,TCP atau UDP.
Artikel lengkap dapat di download di sini
Diantara banyaknya file sistem yang di dukung FreeBSD salah satunya ialah Network File System, juga di disebut sebagai NFS. NFS membolehkan suatu sistem untuk membagi direktori dan file-file dengan sistem lainnya melalui jaringan. Dengan menggunakan NFS, pemakai dan program dapat mengakses file pada sistem yang di remote seolah file-file lokal.
Read More…
Posted in
FreeBSD,
Perpustakaan,
Tutorial at August 6th, 2005.
1 Comment.
Memelihara konfigurasi jaringan untuk skala besar akan sangat merepotkan, misalnya seperti pemakai yang datang dan pergi, pemakai laptop contohnya. Alternatif untuk jaringan yang besar yaitu menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). DHCP memungkinkan sebuah mesin mendapatkan informasi konfigurasi secara otomatis dari jaringan. Konsepnya memang luas, namun secara tipikal anda mendapatkan alamat IP, netmask dan nama dari default router dan nameserver. DHCP dapat menggantikan konfigurasi yang biasa digunakan dengan memanfaatkan program ifconfig dan route, dan juga file /etc/resolv.conf. Ada dua bagian dari DHCP: client dan server.
Artikel lengkap dapat di download di sini
Posted in
FreeBSD,
Perpustakaan,
Tutorial at August 5th, 2005.
2 Comments.
1. Pengenalan
Squid adalah server proxy yang memiliki performansi yang tinggi untuk digunakan oleh web client, dapat dipakai untuk FTP, gopher, dan objek-objek data HTTP. Tidak seperti software cache lainnya, squid dapat menangani seluruh permintaan dalam kesatuan, tanpa blocking, proses Input/Output yang dapat diarahkan.
Squid menyimpan data meta dan khususnya objek-objek popular di dalam RAM, menyimpan hasil lookup DNS, dukungan non-blocking hasil lookup DNS juga, dan mengimplementasikan caching negatif sebagai permintaan yang gagal. Squid juga mendukung SSL, kontrol akses yang luas, dan logging secara penuh terhadap setiap permintaan.
Read More…
1. Konfigurasi Kernel
Ada beberapa opsi konfigurasi yang harus ditambahkan pada kernel agar ipfw dapat digunakan, Opsi yang akan di tambahkan pada file kernel antara lain :
options IPFIREWALL #firewall
options IPFIREWALL_VERBOSE #informasi firewallnya
options IPFILTER #dukungan untuk ipfilter
options IPFILTER_LOG #log ipfilter
#options IPFIREWALL_DEFAULT_TO_ACCEPT
Jika anda menginginkan default firewall menjadi terbuka, tambahkan saja opsi tersebut.
Read More…
Posted in
Bebas,
FreeBSD,
Tutorial at July 28th, 2005.
2 Comments.