Daftar artikel untuk kategori 'Lentera Hati'

Memupuk Sikap Tangguh

tangguh.jpg

Kita akan salut kepada seorang ibu yang mati-matian mengurus anaknya di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit. Kita akan salut kepada pasukan yang berani mati di medan perang, walau musuh yang dihadapi jumlahnya jauh lebih banyak. Kita akan salut kepada seorang pemimpin yang jujur, sederhana dan berjuang siang malam demi kebaikan orang-orang yang dipimpinnya. Intinya, kita akan salut kepada mereka yang memiliki ketangguhan dalam hidup.

Pertanyaannya, apakah kita termasuk manusia tangguh atau rapuh? Di balik manusia tangguh, biasanya ada banyak manusia rapuh. Dihadapkan pada masalah sepele saja mereka goyah. Lihatlah, ada yang hanya putus cinta, ia bunuh diri. Atau hanya karena tidak disapa tetangga, ia panas dingin dan sakit hati. Maka, mulai sekarang kita harus memiliki keberanian untuk mengevaluasi diri. Apakah kita itu bermental tangguh atau sebaliknya? Kalau sudah mengenal diri, kita harus memiliki program untuk membangun ketangguhan diri.

Lanjutkan Membaca 6 komentar July 14th, 2007

Tahapan Yakin

chyhati.jpg

Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.” (Ibnu Atha’illah).

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hambad yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.

Lanjutkan Membaca 2 komentar July 14th, 2007

Takut Miskin di Akhirat

mtr.jpgMengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.

”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.

Lanjutkan Membaca 3 komentar March 3rd, 2007

Kembalikan Semua Kepada-Nya

ikhlas.jpgBukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap. Demikian untaian firman Allah dalam QS Alam Nasyrah [94] ayat 1-8.

Lanjutkan Membaca 2 komentar March 3rd, 2007

Ilmu Pembersih Hati

ilmu.jpgAda sebait do’a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do’a tersebut berbunyi : Allaahummanfa’nii bimaa allamtanii wa’allimnii maa yanfa’uni wa zidnii ilman maa yanfa’unii. Dengan do’a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat. Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.

Lanjutkan Membaca 7 komentar March 2nd, 2007

Jujur, Cakap, dan Kreatif-Inovatif

kreatif.jpg

Ada tiga kunci yang harus kita miliki untuk membangun kredibilitas. Itu ialah, jujur, cakap, dan kreatif-inovatif. Lalu, mengapa harus jujur? Logikanya, orang yang jujur tak mungkin berbohong. Apabila ia berkata A maka yang terlihat adalah A bukan B, C, D, dan seterusnya.

Orang yang jujur mustahil munafik. Karena itu ia, selain tak mudah berbohong, ia pun akan berusaha menepati janji dan tergolong amanah. Dalam hal ini, kejujuran merupakan persoalan karakter. Sehingga untuk berlaku jujur dibutuhkan pembiasaan terutama sejak kecil. Jadi, apa salahnya bila kita jujur? Untuk menopang kejujuran jelas ada hal lain yang harus dipenuhi.

Lanjutkan Membaca 1 komentar January 10th, 2007

Mengenai Hidayah

hidayah.jpg

Almarhum Buya Hamka (semoga Allah memuliakan dan merahmatinya) pernah menggambarkan hidayah itu seperti pesawat terbang. Kalau landasannya sederhana, bisa jadi yang mendaratnya akan seperti helikopter. Jika landasannya agak bagus, kira-kira pesawat sejenis capung yang akan mendarat. Kalau makin baik lagi landasannya, minimal sekelas pesawat twin otter akan mendarat. Begitu pun semakin mantap dan khas landasannya, maka bisa jadi pesawat cassa atau jumbo jetlah yang bakal parkir.

Ujaran Buya itu paling tidak bisa kita maknai begini. Apabila seseorang merindukan hidayah dari Allah Azza wa Jalla, maka yang pertama-tama hendaknya ia kerjakan tak lain ialah menyiapkan dirinya untuk “didarati” oleh hidayah tersebut. Semakin ia membersihkan dirinya, semakin cantik dan apiklah kira-kira “landasan hati” untuk didarati oleh hidayah itu. Begitu pula ketika landasan hati itu telah tertata sedemikian rupa, bukan hal yang mustahil “pesawat-pesawat hidayah” akan banyak parkir di hati seseorang.

Lanjutkan Membaca 1 komentar January 10th, 2007

Dahsyatnya Sedekah

gunung.jpg

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :
Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Lanjutkan Membaca 6 komentar September 7th, 2006

Bekerja Keras dengan Ikhlas dan Cerdas

ikhlas.jpg

Hidup di dunia hanya sekali. Karenanya, kita harus menjadikan hidup yang sekali itu bermakna di dunia dan bisa menjadi bekal di akhirat kelak. Hidup akan bermakna andai kita isi dengan kerja keras. Tanpa kerja keras tak mungkin kita sukses dan mampu mengemban amanat yang Allah bebankan kepada kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan bagi orang yang malas.

Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras untuk bisa eksis. Apa jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu mangsanya, ia akan mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa malas berlari, tentu ia akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus bertaruh nyawa untuk mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap menghancurkan tubuhnya ketika ia hendak menghisap darah.

Lanjutkan Membaca 1 komentar June 14th, 2006

Posting Sebelumnya


Kalender

May 2008
M T W T F S S
« Oct    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Posting menurut Bulan

Posting sesuai Kategori

Iklan