Takut Miskin di Akhirat
March 3rd, 2007
Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.
”Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai.
”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?”
”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.”
”Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah…” jawab pemuda itu dengan kesal.
”Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu,” timpal kiai dengan ringan.
Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumah. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.
”Anda siapa?” tanya pemuda.
”Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.”
”Ohh… lalu ini istana siapa?”
”Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia.”
”Ohh… dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?”
”Betul!”
”Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?”
”Betul sekali.”
Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.
‘
‘Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,” kata pemuda penuh keriangan.
”Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.”
”Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak Kiai?”
”Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.”
”Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,” ujar pemuda itu sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak. [dari guyon orang-orang makrifat, wibi ar].
Entry Filed under: Islami, Lentera Hati
11 Komentar Tambahkan Sendiri
1. mira | March 7th, 2007 at 6:52 am
Sangat bagus sekali karna dapat menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa kehidupan didunia itu hanya sementara dan di akhirat kelak itu yang sesungguhnya kekal.
2. jukix | March 11th, 2007 at 4:04 pm
ibroh ini sangat bagus dan saya rasakan sendiri isinya sangat mengena.
Syukron…
3. taufik | April 3rd, 2007 at 1:30 pm
Kita harus yakin bahwasetiap doa yang kita panjatkan tidak akan sia-sia dan pasti Allah kabulkan semua doa hambanya, hanya bedabya ada yang yerkabul selagi kita masih hidup di Dunia dan ada yang terkabul setelah kita di alam akhirat nanti. ( Intinya Doa kita tidak sia-sia ).
4. berry giatra | July 18th, 2008 at 2:29 pm
terima kasih ya untuk bacaannya,
sangat bermanfaat dan saya yakin allah sayang pada saya,anda dan kita semua teruslah berdoa dan terimalah segalanya dengan ikhlas semuanya pasti ada hikmahnya…………. semoga islam selalu jaya.
ALLAHU AKBAR 3 X
5. esti | August 13th, 2008 at 1:41 pm
wah bagus banget nich ceritanya, bisa buat pelajaran untuk merenung bahwa hidup ini janganlah hanya memikirkan di dunia saja, betapa damainya negeri ini bila pejabat2 yang mau disuap itu bisa merenung dan mengamalkan kisah ini. semoga semakin banyak orang yang sadar akan tabiat buruknya dan segera dibukakan mata hatinya. Amiien
6. fian | October 17th, 2008 at 8:18 am
cerita ini merupakan gambaran bagi kita untuk tidak henti-hentinya berdoa dan berusaha, sebab Allah tidak akan membiarkan hambaNya yang selalu berusaha, berdoa dan berupaya di jalanNya, seperti apa yang telah Allah janjikan kurang lebih demikian “barang siapa yang mendekatiKu sejengkal, maka Aku akan medekatinya sehasta”, untuk itu jangan pernah bosan, lelah apalagi berhenti berusaha dan meminta kepada Allah, dan kalaupun doa dan usaha kita terkesan tidak ada hasil, mungkin itu merupakan ujian bagi kita sejauh mana tingkat kesabaran dan keyakinan kita kepaNya, maka percayalah dan yakinlah segala sesuatu tentang janji Allah
7. MaLaIkAt PeNoLoNG | February 2nd, 2009 at 5:21 pm
Eh cerita itu bagus banget pasti disana banyak moral moral yang penting dan bagus banget
8. heri sys | April 30th, 2009 at 8:47 am
bagus banget buat pelajaran tuk merenung…
9. leni | May 26th, 2009 at 3:13 pm
apapun di dunia ini dapat terjadi bila itu sudah kehendak dari ALLAH, dan saya sangat suka akan cerita ini, semoga kita dapat menata diri lebih baik lagi untuk akhirat kelak. amin
10. Deby | June 30th, 2009 at 5:15 pm
Alhamdulillah….
11. Mursalin | July 1st, 2009 at 7:12 pm
Subhanallah….mudah-mudahan kita smua diberikan petunjuk dari Allah supaya kita senantiasa tetap istiqamah di jalan Allah….(sepert cerita tersebut) Amin.
Komentar
Kode HTML yang di izinkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Track posting ini | Berlangganan Komentar ini menggunakan RSS