Bekerja Keras dengan Ikhlas dan Cerdas
June 14th, 2006
Hidup di dunia hanya sekali. Karenanya, kita harus menjadikan hidup yang sekali itu bermakna di dunia dan bisa menjadi bekal di akhirat kelak. Hidup akan bermakna andai kita isi dengan kerja keras. Tanpa kerja keras tak mungkin kita sukses dan mampu mengemban amanat yang Allah bebankan kepada kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan bagi orang yang malas.
Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras untuk bisa eksis. Apa jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu mangsanya, ia akan mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa malas berlari, tentu ia akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus bertaruh nyawa untuk mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap menghancurkan tubuhnya ketika ia hendak menghisap darah.
Cukupkah hanya dengan kerja keras? Ternyata tidak. Manusia tidak bisa mengandalkan otot dan fisiknya belaka. Ia harus memanfaatkan pula potensi pikirannya. Semakin cerdas dalam bekerja, maka akan maksimal pula hasil yang diraih. Rasulullah mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati dan bekerja keras mempersiapkan bekal guna menghadapi kematian tersebut.
Pesan Rasulullah di atas menggambarkan bahwa kerja keras kita harus dilandasi nilia-nilai moral. Tidak dikatakan cerdas seorang yang bekerja tapi curang ketika melakukannya. Tidak pula dikatakan cerdas bila seseorang bekerja tapi mengorbankan harga diri dan kemuliannya.
Kerja keras dengan cerdas akan sempurna bila disertai keikhlasan. Dengan ikhlas, kerja akan semakin indah dijalani.
Seorang yang ikhlas orientasinya tidak hanya sekadar duniawi, tapi juga menyentuh akhirat. Bila kita bekerja keras dengan otak cerdas dan dilandasi ikhlas, insya Allah banyak hal bisa kita raih.
Tidak hanya materi, tapi juga amal kebaikan, ilmu, nama baik, dan saudara baru.
Kerja yang hanya berorientasi dunia sangat rendah nilainya. Imam Ali mengatakan bahwa siapa yang bekerja karena perutnya belaka, maka derajatnya tidak jauh dari apa yang keluar dari perutnya tersebut. (Ems)
Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras untuk bisa eksis. Apa jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu mangsanya, ia akan mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa malas berlari, tentu ia akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus bertaruh nyawa untuk mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap menghancurkan tubuhnya ketika ia hendak menghisap darah.
Cukupkah hanya dengan kerja keras? Ternyata tidak. Manusia tidak bisa mengandalkan otot dan fisiknya belaka. Ia harus memanfaatkan pula potensi pikirannya. Semakin cerdas dalam bekerja, maka akan maksimal pula hasil yang diraih. Rasulullah mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati dan bekerja keras mempersiapkan bekal guna menghadapi kematian tersebut.
Pesan Rasulullah di atas menggambarkan bahwa kerja keras kita harus dilandasi nilia-nilai moral. Tidak dikatakan cerdas seorang yang bekerja tapi curang ketika melakukannya. Tidak pula dikatakan cerdas bila seseorang bekerja tapi mengorbankan harga diri dan kemuliannya.
Kerja keras dengan cerdas akan sempurna bila disertai keikhlasan. Dengan ikhlas, kerja akan semakin indah dijalani.
Seorang yang ikhlas orientasinya tidak hanya sekadar duniawi, tapi juga menyentuh akhirat. Bila kita bekerja keras dengan otak cerdas dan dilandasi ikhlas, insya Allah banyak hal bisa kita raih.
Tidak hanya materi, tapi juga amal kebaikan, ilmu, nama baik, dan saudara baru.
Kerja yang hanya berorientasi dunia sangat rendah nilainya. Imam Ali mengatakan bahwa siapa yang bekerja karena perutnya belaka, maka derajatnya tidak jauh dari apa yang keluar dari perutnya tersebut. (Ems)
Entry Filed under: Islami, Lentera Hati
7 Komentar Tambahkan Sendiri
1. sunardi | December 29th, 2006 at 5:29 am
setuju dengan bekerja secara ikhlas dan cerdas kita tidak akan pernah sakit hati dengan keadaan baik pada saat dibawah apalagi saat menjadi atasan, banyak yang bisa kita perbuat karena secara tidak langsung akan mangajarkan kepada kita bekerja sekaligus beramal.
2. wiyasa | May 23rd, 2008 at 6:28 am
suksma
3. RULLY | June 9th, 2008 at 6:56 pm
Jangan lupa ya…
setiap mau mengerjakan apa aja kerjaan itu mulailah dengan
BISMILLAHI ROHMANI ROHIIMI
Dan niatin deh semua ibadah / kerjaan itu karena Allah semata.
Insya Allah jadi dihitung ibadah yang mendapat pahala.
“Cari duit…cuma dapet duit”
“Cari pahala… dapet duit juga pahala juga”
Istilahnya tanam padi pasti dapet rumput juga….
tapi tanam rumput… belum tentu dapat padi … hehehe
Wassalam
4. lya | August 6th, 2008 at 8:26 am
kerja dengan ikhlas…hmmm..itu adalah obat untuk mengurangi stress bekerja
5. juwari | December 7th, 2008 at 1:47 am
allah akan berikan apa yg dikerjakan manusia sesuai niatnya, jd alangkah indahnya kalau kita beraktifitas dimulai dg niat beribadah, dilakukan dg ikhlash, dgn cara yg baik insya allah kita dptkan semuanya
6. pUtR4 | January 29th, 2009 at 12:54 pm
mEnGaPa mAnUsIa hArUs bEkErJa.. .. ????
7. Agung Prasetyo Sukamto | May 17th, 2009 at 9:47 am
Benar mas, pekerjaan yang di mulai dengan ke-ihklas-an dapat menghasilkan hal yang powerfull.
Komentar
Kode HTML yang di izinkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Track posting ini | Berlangganan Komentar ini menggunakan RSS