Senyum Sedekah

May 7th, 2006

smile
SETIAP orang punya bibir tetapi tidak setiap orang biasa atau pandai tersenyum. Senyum sendiri memiliki dampak yang bermacam-macam. Ada orang yang hatinya teriris oleh “senyum sinis”. Ada pula yang terjerumus oleh “senyum menggoda”. Tapi tak sedikit pula hati kita tergetar melihat “senyum ketabahan” dan “senyum ketegaran.”
Dari bermacam senyum dan dampaknya itu, ada pula “senyum tulus” yang membuat hati kita bahagia. senyum yang lahir dari hati yang paling dalam, dari kerinduan ingin membahagiakan orang lain, dari kerinduan menghormati dan memuliakan orang lain.
Rasulullah SAW telah mempraktekkan senyuman yang tulus di hadapan para sahabat. Di mata sahabat-sahabatnya, ia selalu hadir dalam wajah murah senyum, wajah yang cerah dan wajah yang indah.
Sebenarnya, kita dapat meraih sejumlah keuntungan dari senyum.
Pertama, senyum dapat meningkatkan penampilan. Agar kita tampil lebih manis, lebih menawan dan lebih menyejukkan.
Kedua, orang yang murah senyum akan jauh dari stres karena ia terhindar dari penyakit ketegangan. Jantungnya akan berdetak normal. Peredaran darahnya akan mengalir dengan baik. Karena, senyum mendorong hati menjadi ceria dan membuat kita awet muda.
Menurut salah seorang dokter, senyum hanya mengandalkan 17 otot wajah, sementara cemberut membutuhkan tarikan 32 otot wajah. Inilah salah satu sebab mengapa wajah terkadang terlihat cepat tua bagi orang yang jarang tersenyum.
Ketiga, mereka yang ahli senyum akan merasakan pergaulannya menyenangkan. Hati kita terasa segar melihat ahli senyum. Keakrabannya sangat terasa. Suasana pergaulan bagi ahli senyum selalu hangat. Bahkan mampu menambah semangat dibanding dengan orang yang dalam pergaulannya selalu berwajah bermuram durja.
Lebih dari itu, senyuman ternyata dapat meluluhkan emosi orang yang marah. Bila ada yang marah mendatangi kita, hadapilah dengan senyuman yang bening lagi tulus. Yang pasti, senyum semacam ini bakal mampu meredam emosi orang yang marah.
Kita harus memperhatikan situasi dalam tersenyum. Kapan waktu paling tepat untuk tersenyum, karena senyum yang terbaik lahir dari hati yang tulus dan tempat yang memungkinkan.
Orang-orang yang memiliki kemuliaan, kematangan pribadi dan arif biasanya memiliki senyuman proporsional. Sebaliknya, mereka yang emosional, terbawa hawa nafsu dan berbuat keji cenderung memiliki senyum tidak proporsional.
Untuk ini, mari kita melatih diri untuk tersenyum dengan tulus. Insya Allah, kalau kita tersenyum dengan proporsional, baik saat mengangkat atau menjawab telepon, berbicara dengan orang tua, berbicara dengan anak-anak kecil, akan membuat suasana terasa indah. Selain membuat kita merasa bahagia, orang lain pun menjadi tertarik dengan kemuliaan sikap kita. Karena itu, hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus. Wallahu a’lam *

Entry Filed under: Lentera Hati

3 Komentar Tambahkan Sendiri

  • 1. tedy  |  September 21st, 2007 at 7:28 am

    senyum adalah ibadah dan tentunya kalau banyak senyum insyaallh akan mendapat pahala.bagus

  • 2. farhani  |  September 28th, 2007 at 9:53 am

    menurut ku.senyum itu adalah kepribadian yang paling diperlukann dalam diri semua orang.key

  • 3. Moel  |  March 21st, 2008 at 7:18 pm

    senyum terus………………….. ya gila kalie

Komentar

Diperlukan

Diperlukan, hidden

Kode HTML yang di izinkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Track posting ini  |  Berlangganan Komentar ini menggunakan RSS


Kalender

May 2006
M T W T F S S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posting Terakhir

Iklan