Pribadi mulia antara lain akan berbicara yang baik saja, penuh kejujuran,
tidak ada kebohongan, membuat senang pendengarnya, dan tidak menyakiti atau
menimbulkan amarah.
Jika seluruh manusia di dunia ini memiliki karakter pribadi mulia, dapat dibayangkan betapa indahnya kehidupan ini: tidak ada konflik, permusuhan, kerusuhan, tindak kriminal, dan sebagainya. Sebaliknya, yang ada adalah semangat kerja sama, saling berkasih-sayang, tolong-menolong, dan berlomba-lomba dalam
berbuat kebajikan.
Lanjutkan Membaca May 7th, 2006
SETIAP orang punya bibir tetapi tidak setiap orang biasa atau pandai tersenyum. Senyum sendiri memiliki dampak yang bermacam-macam. Ada orang yang hatinya teriris oleh “senyum sinisâ€Â. Ada pula yang terjerumus oleh “senyum menggodaâ€Â. Tapi tak sedikit pula hati kita tergetar melihat “senyum ketabahan†dan “senyum ketegaran.â€Â
Dari bermacam senyum dan dampaknya itu, ada pula “senyum tulus†yang membuat hati kita bahagia. senyum yang lahir dari hati yang paling dalam, dari kerinduan ingin membahagiakan orang lain, dari kerinduan menghormati dan memuliakan orang lain.
Rasulullah SAW telah mempraktekkan senyuman yang tulus di hadapan para sahabat. Di mata sahabat-sahabatnya, ia selalu hadir dalam wajah murah senyum, wajah yang cerah dan wajah yang indah.
Sebenarnya, kita dapat meraih sejumlah keuntungan dari senyum.
Lanjutkan Membaca May 7th, 2006