Pengobatan Menggunakan Kelelawar

February 28th, 2006

kllwSelain dikonsumsi sebagai lauk teman makan sehari-hari. Kelelawar ternyata juga dipercaya bisa menyembuhkan asma. Seperti di Pacitan sana, banyak orang percaya kalau kelelawar jenis Musuk bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan penyempitan saluran pernapasan tersebut.
Pasti banyak dari kita yang mengenal kelelawar. Mungkin karena pernah mendengar suaranya yang mencericit, atau pernah melihatnya terbang keluar berbondong-bondong dari dalam gua, yang paling menarik mungkin bila kita melihat kelompok hewan malam ini bergantungan di pepohonan Kebon Raya Bogor.
Karena menarik secara fisik dan perilaku, maka satwa ini banyak dikenal dengan berbagai macam nama. Paniki, niki atau lawa sebutan khusus bagi orang-orang di kawasan timur Indonesia terhadap satwa ini. Sedangkan orang Sunda menyebutnya lalay, kalong atau kampret. Orang Jawa Tengah menyebutnya lowo, codot, lawa, atau kampret. Sedangkan suku Dayak malah menyebutnya sebagai hawa, prok, cecadu, kusing atau tayo.
Indonesia sendiri yang terdiri dari ribuan pulau, bisa dikatakan amat mendukung keberadaan satwa jenis ini sebagai kekayaan alam. Ini terbukti dari terdapat lebih dari 200 jenis kelelawar di negeri ini. Yang mana berarti terdapat sekitar 20 persen dari total populasi kelelawar yang ada di seluruh dunia.
Banyak juga orang mengenal kelelawar sebagai binatang nocturnal. Lantaran kebiasaannya keluar kandang menjelang malam, dan baru kembali saat dini hari. Selain kebiasaannya begadang itu, ternyata banyak manfaat yang bisa diambil dari kelelawar bila kita mengetahuinya. Salah satunya adalah upaya pemanfaatan satwa jenis ini untuk pengobatan.

 

Obat
Hal itu juga dibenarkan oleh Pak Suyud, Kepala RT daerah Bomo, Pacitan Jawa Timur, yang kebetulan menjadi tempat tinggal sementara penulis beberapa waktu lalu. Menurutnya keampuhan kelelawar jenis musuk sudah tidak perlu diragukan lagi. Sudah sering banyak handai taulannya, meminta khusus kepadanya agar mau menangkapkan kelelawar jenis ini untuk pengobatan salah seorang kerabat mereka. ”Sampai saat ini kabar yang terdengar setelah saya memberikan Musuk itu untuk pengobatan, kebanyakan sembuh saja. Hampir tidak pernah saya mendengar ada penderita asma yang tidak cocok dengan obat dari Musuk ini,” ucap Pak Suyud.
Musuk menurut Pak Suyud agak berbeda dengan jenis kelelawar yang biasa mereka makan. Badannya lebih kecil dan tipis. Hanya sebesar ibu jari, ukuran yang diberikan Pak Suyud saat menjelaskan porsi badan kelelawar jenis Musuk. Lelaki beranak tiga ini juga menjelaskan kalau Musuk bisa didapat seharinya sampai 100 ekor, bila memang musimnya. ”Biasanya lowo Musuk banyak di daerah ini pada musim hujan,” ungkapnya kemudian.
Selain itu Pak Suyud juga menjelaskan bagaimana proses pemanfaatan Musuk tersebut untuk pengobatan. Menurutnya kebanyakan Musuk dibakar saja dahulu sebelum dikonsumsi. ”Lebih baik tak perlu digoreng. Karena daging kelelawar akan bercampur dengan minyak, dan sepertinya agak berkurang khasiatnya,” tambahnya. Setelah dibakar, Musuk bisa langsung di konsumsi oleh penderita asma. Dan pasti beberapa waktu setelahnya, penyakit akan terasa berkurang. ”Yang paling baik, mungkin kelelawar Musuk yang dikeringkan hingga menjadi bubuk,” ceritanya menambahkan.

Kitotefin
Masalah penggunaan daging kelelawar sebagai obat ternyata bisa dianggap benar berdasarkan beberapa penelitian. Salah satunya adalah penelitian MJ Naya yang pernah terbit dalam sebuah jurnal kesehatan terbitan pemerintah Spanyol. Menurut Naya ada jenis daging yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan radang tenggorokan.
Berdasarkan data itulah beberapa mahasiswa dari Universitas Brawijaya tahun lalu mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai pengobatan asma menggunakan daging kelinci. Hal itu bisa dilakukan karena daging kelinci ternyata mengandung satu zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa tersebut apabila digabungkan dengan berbagai senyawa lain seperti lemak omega tiga dan sembilan, disinyalir bisa sebagai penyembuh penyakit asma. Dan menurut hasil penelitian mereka juga, didapat kemungkinan bahwa kelelawar juga memiliki senyawa jenis serupa.
Secara teknis, daging penghasil senyawa kitotefin ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastosit. Asma, yang terjadi lantaran alergi bisa dicegah dengan adanya daging bersenyawa kitotefin itu di dalam tubuh. Sebab daging tersebut merangsang terbentuknya antibodi pada tubuh. Dan apabila antibodi tersebut melekat pada sel mastorit, bisa menyebabkan pecahnya membran. Pecahnya membran bisa membentuk otot-otot polos saluran napas berkontraksi. Hasilnya, saluran napas menyempit hingga terjadi asma.
Yang perlu diperhatikan mungkin hanya masalah pengolahan daging sebelum dimakan. Sebab kalau sembarangan mengolah bisa mengakibatkan hilangnya kadar kotitefin yang ada. Jadi disarankan tidak mengolah daging dalam kondisi terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk memasak daging ini, jangan sampai melebihi 150 derajat Celcius. (BOMO).

Entry Filed under: Tips Kesehatan

25 Komentar Tambahkan Sendiri

  • 1. endang  |  June 8th, 2006 at 1:09 pm

    klo ngasih tips itu yang simpel-simpel aja,maksudnya langsung ke pokok pembicaraan

  • 2. Faiz  |  June 19th, 2006 at 8:22 am

    :)

  • 3. ika  |  June 24th, 2006 at 1:51 pm

    iya neh bro,panjang amat…heheheh

  • 4. sunardi  |  January 25th, 2007 at 6:36 am

    baguslah….

  • 5. fadlya  |  May 17th, 2007 at 9:41 am

    saya suka dengan artikel ini karena di indonesia ini cukup banyak juga orang penderita asma tetapi di antara mereka banyak yang belum tau tentang obat asma dari daging kelelawar. Saya sendiri pernah mendengar langsung dari teman saya tentang khasiat daging kelelawar yg dapat menyembuhkan asma dan kedua teman saya tersebut sembuh dari asmanya setelah memakan daging kelelawar. di daerah saya kelelawar itu disebut paniki’. jadi bagi penderita asma sebaiknya mencoba menggunakan obat alami ini, daripada obat2an kimia dari dokter yang hanya bisa mengurangi saja tapi tidak bisa menyembuhkan secara total.

  • 6. Incam  |  October 3rd, 2007 at 1:22 pm

    Kalo di Jakarta belinya dimana ya? Please japri ya ke email saya. Thanks.

  • 7. dodi wijaya  |  January 11th, 2008 at 5:42 pm

    keponakanku kelas 2 SD apa boleh makan daging kelelawar?
    halal apa tidak?

  • 8. Gaby  |  March 13th, 2008 at 9:55 am

    Dimana saya bisa mendapatkan kelelawar tersebut untuk pengobatan asma anak saya? Karena saya tinggal di Jakarta.Terima kasih.

  • 9. yusni atmawijaya  |  August 6th, 2008 at 1:04 pm

    kenapa sih… kelelawar aja yang to buat obat asma…kan masih banyak herba2/tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat asma…tau gk kelelawar itu masa kelahranyya 6 bulan, n cuma menghasilkan 1 anak jarang 2… jadi pantaskah kita to itu… seandainya 1 orang atau bahkan beribu-ribu orang memburu kelelawar..coba nanti anak cucu kita gak tau yang namanya kelelawar

  • 10. eman  |  August 28th, 2008 at 9:08 am

    Wduh saya malah tambah bingung saking banyaknya yang jadi obat dibumi pertiwi ini,,tapi apa pernah diteliti Zat apa yang dikandung kelelawat tersebut sehingga bisa menyembuhkan penyakit jangan lupa pasti ada efek sampingnya sesuai dengan SIFAT BINATANG tersebut selain itu juga bagaimana pandangan agama dalam hal ini sehingga jelas HALAL HARAMnya

  • 11. monique  |  September 2nd, 2008 at 11:59 am

    anak saya umur 2.5 thn punya asma,apa boleh makan kelelawar?bgm cara mengolah kelelawar untuk mengobati asmanya?tolong dibalas ya,trims,

  • 12. Jadima  |  October 23rd, 2008 at 10:58 am

    di toko obat mana bisa mendapat jenis obat yang terbuat dari kelelawar musuk.
    trima kasih

  • 13. michael  |  November 19th, 2008 at 8:19 am

    dimana saya dapat beli kelelawar musuk dalam bentuk obat serbuk atau masih dalam bentuk kelelawar kalo saya tinggal disolo jawa tengah, makasih.

  • 14. M. Na'im Hadi  |  December 2nd, 2008 at 12:27 pm

    dimana mencari kelelawar jenis musuk itu karena teman saya sangat membutuhkan, terima kasih

  • 15. duran  |  January 13th, 2009 at 4:04 pm

    kebetulan Saya bisa sediakan kelelawar , perlu berapa banyak , ? tolong di posting dan email di cla_m1k3@yahoo.com, atau tlp di 02191969698.
    Thanks yah ?

  • 16. Budi Sukmarhayu  |  January 30th, 2009 at 3:43 pm

    Tolong, mereka yang benar-benar telah sembuh dari asma karena menggunakan kalong jenis ini, ceritakan kisahya di sini supaya khasiat ini tidak diragukan atau dianggap fiktif belaka. saya juag menderita asma, tetapi saya belum percaya. Trims.

  • 17. nofica  |  March 8th, 2009 at 9:22 pm

    klo mo beli kelelawar jenis musuk dmn y?domisili saya di jakarta…bener2 butuh…thx

  • 18. indra  |  March 20th, 2009 at 5:06 pm

    mang benar klalawar bisa menyembuhkan penyakit asma atau sesak nafas..??

    dan itu juga halal

    insya Allah kalo kita percaya kita pasti sembuh..??

  • 19. Pak Yok  |  May 2nd, 2009 at 10:26 pm

    Adakah restoran/warung ikan kelelawar siap saji

  • 20. luthfi  |  August 10th, 2009 at 9:43 am

    Saya mau tanya saya mau beli kelelawar beli dimana?ditunggu informasi’y.TerimaKasih

  • 21. wong cilacap  |  October 21st, 2009 at 11:56 am

    infonya g bisa di pahami tuh,ribet bgt

  • 22. paijan  |  December 3rd, 2009 at 7:48 pm

    5f aq mw tnya apkh ujian thun ini di tiadakan/?

  • 23. nasrun  |  February 15th, 2010 at 12:33 pm

    Di kampung saya banyak kelawar2. yang di makan hatinya.. atau dagingnya…? pak

  • 24. Suparno  |  March 6th, 2010 at 6:11 pm

    Emang bener y?kelelawar bz menyembuhkan azma?truz yg d komsumsi apax yaa?

  • 25. Suparno  |  March 6th, 2010 at 6:16 pm

    Aq it mau butuh kelelawar 500ekor u/djual.d beli d mana y?

Komentar

Diperlukan

Diperlukan, hidden

Kode HTML yang di izinkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Track posting ini  |  Berlangganan Komentar ini menggunakan RSS


Kalender

February 2006
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Posting Terakhir