Tutorial Domain Name Service (DNS) Server
September 7th, 2005

Sejak dimulainya proyek ARPAnet sistem internet memiliki nama dan juga alamat IP. Pada sistem UNIX, sebagaimana juga copy dari implementasi BSD, menggunakan file /etc/hosts untuk konversi nama host dan pengalamatan. File ini berisi daftar dari alamat IP dan berhubungan dengan nama host, satu nama per baris.
Jelas tidak mungkin file /etc/hosts digunakan untuk memetakan internet dengan lengkap. Walaupun anda memiliki ruang disk yang besar, sejumlah update akan membebani jaringan anda. Solusinya adalah database terdistribusi, Domain Name System, atau DNS. Implementasi DNS umumnya menggunakan BIND, Berkeley Internet Name Domain. Bind merupakan bagian dari BSD. Daemon yang mengemban resolusi tersebut di sebut named (di ucapkan “name-dee”). DNS memberikan informasi yang diperlukan untuk menghubungkan sistem remote yang berada di Resource Records, atau RRs.
Artikel lengkap dapat di download di sini

Komentar
Kode HTML yang di izinkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Track posting ini | Berlangganan Komentar ini menggunakan RSS