Cangkir Cantik

ââ∠âKau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihatâââ¬Ã ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.
Stop Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata âââ¬Ã
âbelum !âââ¬ÃÂ
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop teriakku lagi. Tapi orang itu masih saja meninjuku,
tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi
ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas Teriakku dengan keras.
Stop Teriakku lagi. Tapi orang itu berkata âââ¬Ã
âBelum !âââ¬ÃÂ.
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop Aku berteriak.
Wanita itu berkata âââ¬Ã
âbelum !âââ¬Ã Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas âââ¬Ã
âmenyiksakuâââ¬Ã kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.
Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
ââ∠âAnggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.”
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.




Cerita yang sangat berarti buat saya…
Terima Kasih