Flu Burung
I. PENDAHULUAN
Bila kita bandingkan dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) Penyakit flu burung ini lebih sedikit kasusnya hanya 25 kasus di seluruh dunia dan yang meninggal mencapai 19 orang (CFR=76%). Sedangkan pada penyakit SARS dari 8098 kasus yang meninggal hanya 774 orang (CFR = 9,6%).
Berdasarkan hasil penelitian sementara (serosurvei) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Dirjen P2MPLP, Depkes RI pada tanggal 1-3 Februari di sejumlah wilayah Indonesia ( di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten dan Kabupaten Tabanan & Karang Asem Bali) belum ditemukan adanya kasus flu burung pada manusia.
Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus flu burung di Indonesia, tetapi harus tetap waspada, terutama bagi kelompok yang beresiko karena kita tidak bisa memungkiri bahwa virus ini di negara lain telah menginfeksi manusia.II. EPIDEMIOLOGI
1. Penyebab2. Gejala
Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
a. Gejala pada unggas
- Jengger berwarna biru
- Borok di kaki
- Kematian mendadak
b. Gejala pada manusia
- Demam (suhu badan diatas 38 °C)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot
3. Masa Inkubasi
- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .
5. Penyebaran
Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:
• Ayam dan manusia di Hongkong. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu burung.
• Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian.
• Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A (H5N1) dan satu orang meninggal.
• Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal.
• Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14 di Vietnam)
III. PENCEGAHAN
a. Pada Unggas:
1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2. Vaksinasi pada unggas yang sehat
b. Pada Manusia :
1.Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)
a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
f. Imunisasi.
2.Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.
IV. PENGOBATAN
Pengobatan bagi penderita flu burung adalah.
1) Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2) Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3) Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
4) Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.
V. KEBIJAKAN PEMERINTAH
Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29 Januari – 30 Juli 2004 berupa DOC dan Pakan.
b. Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.
c. Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.
d. Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung.
VI. KESIMPULAN
1. Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtipe H5N1.
2. Tingkat kematian flu burung tinggi (CFR 76%) tetapi di Indonesia belum ditemukan adanya kasus pada manusia.
3. Perlu kewaspadaan pada kelompok berisiko tinggi (pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya), dengan memperhatikan cara pencegahan.
VI. SARAN
Ref : Penanggung Jawab: Titte K. Adimidjaja
Editor: Tri Djoko Wahono
Tim Penulis: Kristina, Isminah, Leny Wulandari
http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/fluburung1.htm




Hati-hati sama penyakit tuh…
flu burung ada ada aajah..
penyakit burung kok bisa ke manusia yah..kok bisa yah..kenapa bisa begitu yah….ternyata burung bisa kena flu juga yah….baru tau..klo “lili” kena flu ombos ga yah…n…nita bisa kena flu ombos ga yah….
huuuuuuuuuuu….
emang sekarang lagi musim flu burung burung gue aja klo tiap pagi suka ngiler tau..ternyata engga sama hewan juga mnusia juga bisa kena tau…
pencegahannya : jaangan suka piktor or pikiran kotor ntar malah ngiler sendiri
walah… ini mah laen lagi.. hehehe
sebagai anak peternakan bingung juga gimana ya cara membasmi virus ini. tapi kalo kita mau mengkonsumsi hasil ternak dengan aman bisa dipastiin bahaya flu burung ga’ akan berdampak pada tubuh kita. diharapkan penyuluhan dan edukasi yang tepat terus2 digembor-gemborkan pada masyarakat biar ga’ terjadi salah tafsir. yang penting lagi sebelum makan berdoa yaaaaaaaaaaaaaaaa????
iyaaaaa…buuu…
sebenernya, virus H5N1 ini dibawa siapa sih? ko bisa nyampe di negara qt ya? padahal kasus pertama virus ni kan g tjdi di sini, ya kan? trus, di beberapa pulo kan juga tejangkit virus ni, na yang jadi pertanyaan adalah kl unggas-unggas yg dibawa ato di migrasikan dan ternyata dinyatakan sehat g terjangkit virus tu, dan secara tiba-tiba di pulo laen kena virus tu gmn hayoooo?
sebenernya, virus H5N1 ini dibawa siapa sih? ko bisa nyampe di negara qt ya? padahal kasus pertama virus ni kan g tjdi di sini, ya kan? trus, di beberapa pulo kan juga tejangkit virus ni, na yang jadi pertanyaan adalah kl unggas-unggas yg dibawa ato di migrasikan dan ternyata dinyatakan sehat g terjangkit virus tu, dan secara tiba-tiba di pulo laen kena virus tu gmn hayoooo?
sebenernya, virus H5N1 ini dibawa siapa sih? ko bisa nyampe di negara qt ya? padahal kasus pertama virus ni kan g tjdi di sini, ya kan? trus, di beberapa pulo kan juga tejangkit virus ni, na yang jadi pertanyaan adalah kl unggas-unggas yg dibawa ato di migrasikan dan ternyata dinyatakan sehat g terjangkit virus tu, dan secara tiba-tiba di pulo laen kena virus tu gmn hayoooo?
aduh… gimana yaaa….
virusnya bisa aja di bawa sama unggas, manusia, apa lagi ya….
itu kan ada di bagian “Penyebaran”.
Nah udah jelas kan…
waduh gimana nih kalau ada tetangga yang unggasnya tiba2 mati mendadak kita gak tau …….
pexkit ini sepintas memang kelihatan tidk berbahaya jika kita hanya mendengar nama nya saja taapi jika kita mengeahui apa yg terjadi kepada kita selanjutnya maka kita akan berteriak dala hati” BERBAHAYA’ bo!!!!!!!!!!!!
Kelihatannya c awal2nya sepele, tapi waduuuuuuhhhh sangat membahayakan bagi manusia……jadi,,,waspadalah temannnnnnnnnnn
Flu burung mematikan hewan terutama unggas, manusia juga tertular virys ini….. so.. hati-hati deh sama flu burung….
http://groupbenefitsvancouver.blogspot.com/2010/12/group-benefits-vancouver-help-for.html Thanks for that awesome posting. It saved MUCH time